Profil Asrari Puadi


Asrari Puadi lahir di sebuah desa kecil Pembuang Hulu, Seruyan - Kalimantan Tengah. Lelaki ini belajar memimpin sejak saat SMA, ia dipercaya oleh kawan-kawannya sebagai Ketua OSIS di SMAN-3 Sampit (2008-2009) setelah melalui pemilihan umum secara langsung.

Di zamannya menjadi Ketua Osis, Asrari bersama kawan-kawannya membuat Studio Radio "Smantri FM" sebagai wadah untuk mengasah kemampuan siswa dalam mengolah komunikasi (Public Speaking) serta Asrari juga membuat sebuah kegiatan "Studi Kemitraan" ke sekolah di Jogja selama kurang lebih satu bulan, kegiatan ini ditujukan untuk menambah kapasitas dan pengalaman siswa agar lebih luas lagi. Tak hanya di organisasi sekolah, Asrari juga pernah mengkomandoi sebuah club fanbase musik Rock Jepang di kota Sampit. Uniknya selama bersekolah di Kota Sampit, Asrari juga aktif menjadi pemain Terbangan/Rebana Majelis Maulid Al Habsyi dengan nama Raudhatul Mardiyah.

Setelah menamatkan bersekolah di Kota Sampit, Asrari merantau ke pulau Jawa dengan berkuliah di D3 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Setia Budi Solo, Asrari juga pernah menjadi pimpinan di sejumlah organisasi, yaitu Gubernur BEM Fakultas Ilmu Kesehatan (2011-2012), Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Kalteng Solo Raya (IMKA-SORA) (2011-2012), Dewan Pendiri dan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia (IMATELKI) (2012-2013), Anggota Departemen Komunikasi dan Jaringan Eksternal Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Surakarta (2012-2013).

Tak seperti aktivis mahasiswa pada umumnya, Asrari tak hanya peduli pada berbagai organisasi tetapi juga berkomitmen mengembangkan diri untuk berprestasi. Pada tahun 2012, ia meraih juara 3 pada ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) di kampusnya.

Asrari Puadi dan Keluarga, saat lebaran di Rumah Nenek Hj. Salmiah (Nini Tangah) di Desa Pembuang Hulu - Seruyan.

Melengkapi perannya sebagai pemuda, Asrari juga aktif dalam dunia kepenulisan untuk menyampaikan ide dan gagasannya. Berbagai media nasional dan lokal pun sudah mempublikasikan tulisannya, seperti;  Sindo NewsBorneo NewsAntara KaltengDetik.com, Kalteng Pos dan beberapa media lain. Karir menulisnya tak berhenti ia rintis sebagai penulis lepas. Ia bahkan sempat menjadi salah satu jurnalis di Harian Joglo Semar (2011).

Pada tahun 2017, Asrari menamatkan studi strata satu di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya. Ia lulus dengan menyelesaikan sebuah penelitian dengan judul "Kajian Kesiapan Penerbitan PERDA Penanggulangan HIV&AIDS di Kabupaten Kotawaringin Timur" (klik untuk membaca), penelitian ini ia dedikasikan sebagai masukan agar daerahnya dapat membuat kebijakan yang membantu supaya terbebas dari penyakit yang mematikan yaitu HIV & AIDS.

Selama berkuliah di Surabaya Asrari juga pernah aktif di beberapa organisasi, komunitas dan media. Antara lain; Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Airlangga (2015), berperan sebagai Public Relation di Turun Tangan Surabaya (2016), dan juga sebagai Executive Editor di Good News From Indonesia (GNFI) (2016). Selain itu, Asrari juga menggagas gerakan #Bebasasap (baca liputan media) , sebuah gerakan sosial yang peduli dengan permasalahan asap kebakaran hutan di Indonesia khususnya di Kalimantan Tengah dan daerah-daerah yang rawan kebakaran hutan.



Pasca menamatkan studi di Surabaya, Asrari mendapatkan Beasiswa dari Kemenpora RI untuk “nyantri” di S2 Ketahanan Nasional - Universitas Gadjah Mada, Asrari menjadi satu-satunya putra dari Kalteng yang meraih beasiswa ini. Selain berkuliah ia juga menjadi salah satu orang yang dipercaya untuk ikut membantu mengembangkan organisasi pemuda daerahnya, yaitu dengan menjadi Dewan Penasehat Organisasi, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Seruyan serta Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Kalteng (HPMKT) di Yogyakarta.

Masih di tahun yang sama yaitu tahun 2017, Asrari meraih penghargaan dari Patelki Award sebagai Tokoh Muda Nasional yang memberi sumbangsih pada pengembangan profesi kesehatan. Sebuah penghargaan yang ia harapkan dapat menambah semangat kawan-kawan muda lainnya untuk terus bertumbuh dan berproses melahirkan karya dan manfaat bagi banyak orang.

Asrari berdiskusi bersama Ibu Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim, Ketua Muslimat NU, dan Mantan Menteri Sosial)

Di tahun 2018, bersama teman-temannya di "Kader Bangsa Felloswhip Program", Asrari telah menulis dan menerbitkan sebuah buku berjudul "Anak Muda dan Masa Depan Indonesia". Masih di tahun yang sama Asrari juga sempat ikut membantu Ibu Khofifah dan Mas Emil Dardak dalam Pilgub Jatim 2018 sebagai tim media dan politik.

Kini berkat restu keluarga, Kyai dan dorongan dari banyak anak muda, ia diberikan amanah untuk maju menjadi Caleg DPRD Provinsi Kalteng dari Partai NasDem dengan daerah pemilihan Kabupaten Seruyan dan Kotawaringin Timur.
-------------------------------
Instagram : @asraripuadi
Facebook : Asrari Puadi
Email : asraripuadi@gmail.com

0 Comments