April 2018 - Ruang Tengah

Friday, 27 April 2018

Belajar dari Pak Teras Narang dan Masjid Darussalam Palangka Raya

Alhamdulillah, hari ini berkesempatan menunaikan Sholat Jum'at di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, sebuah masjid besar yang sangat khas dengan "Talawang" (perisai dayak) di bagian depan bangunannya.

Masjid ini diresmikan tahun 2015, saat Pak Dr. Agustin Teras Narang, SH menjadi Gubernur, memimpin Kalimantan Tengah di periode keduanya.

Selepas jum'atan kebetulan kami berkesempatan bersilaturahmi, bertemu beliau secara langsung.

Karna sudah ketemu langsung, beliau pun kami tanya seputar Masjid ini.

Beliau cerita cukup panjang, setidaknya ada dua hal yang saya ingat.

1.Beliau menginisiasi pembangunan masjid ini, karna melihat masjid sebelumnya yang ternyata salah/salah arah kiblatnya. Sehingga beliau merasa perlu untuk terlibat membenarkannya.

2.Saat saya tanya kenapa harus repot-repot mengurusnya? Bukankah pencalonan Bapak periode kedua "juga" dihajar dengan isu agama?....Beliau menjawab, "ya saya memang beda keyakinan, tapi membenarkan masjid itu bukan perihal masalah apakah sesuai dengan keyakinan saya atau tidak, tapi perihal tugas dan kewajiban saya sebagai pemimpin "umaro" yang mengurusi kepentingan rakyat Kalteng. Dalam tugas ini saya tidak boleh membeda-bedakan"

Semakin komplitlah sudah masjid ini menjadi rumah ibadah, yang tidak hanya menjadi medium yang mengantarkan manusia kepada tuhannya "habluminallah", tapi juga menjadi tempat yang mempertemukan antara manusia satu dan lainnya "hablumminannas". Atau yang Abah Gus Mus pernah berkata, "Kesalehan ritual harus juga dibarengi dengan Kesalehan Sosial".

////Darussalam, alam kesejahteraan.///

Semoga masjid ini selalu menjadi simbol dan pengingat bagi kita semua tentang arti penting sebuah kedamaian, dan rasa saling peduli, tanpa takut atau berpikir apa dan siapa agamanya.


Thursday, 26 April 2018

'Perantau Berkarya', Komunitas Anak Muda Kreatif di Palangka Raya - Kalteng


Malam ini bertemu dengan kawan-kawan muda dari 'Perantau Berkarya' --cek IG nya di @perantauberkarya_kalteng (komunitas muda yang diinisiasi oleh sahabat Hilyatul Asfia dkk nya) , kami sharing banyak hal, saya juga belajar banyak tentang kegiatan mereka dan cara mereka mengajak anak-anak muda di Palangka Raya untuk ikut bergerak 'berkarya'.

Perantau Berkarya ini salah satu komunitas keren di Palangka Raya. Mereka sudah pernah bikin 'Pekan Integritas' sebuah event yang mereka bikin untuk menjawab krisis multi dimensi yang sedang dialami oleh bangsa hari ini, khususnya soal etika dan moral anak bangsa. (untuk lebih lanjut silahkan googling saja dengan kata kunci 'pekan integritas perantau berkarya')

Sasaran dari kegiatan ini adalah anak-anak SMA/SMK/MA yang ada di Palangka Raya. Bisa dibayangkan, mereka yang masih muda ini (ada juga yang masih SMA) sudah memikirkan bahkan ambil bagian untuk ikut mengurus soal integritas anak bangsa.

Jujur, saya iri, karena ketika saya waktu SMA belum sampai kepikiran hal ginian :))

Salut, semoga terus istiqomah ya kawan-kawan Perantau Berkarya. ✊

Oh iya, sebagai rasa terima kasih saya karna mereka berkenan berbagi cerita, tadi saya titipkan satu buku "Anak Muda dan Masa Depan Bangsa" yang saya tulis bersama kawan-kawan @kaderbangsafellowship dibawah komando bang @dimas_okynugroho

Semoga bisa jadi penyemangat bergerak dan berkarya lagi :)

Thanks juga @neverland_indonesia ,tempat ngopi yang asyik di Palangka Raya. Vietnam Dripnya juara !!

#kalteng #kaltengmuda #anakmuda #perantauberkarya #palangkaraya

Tuesday, 24 April 2018

Ngobrol Bareng Cendikiawan Muda : Kedaulatan Digital, Ketahanan Nasional


Bersama mas Irwan Bajang (founder Indie Book Corner) dan Dr. Nasir Tamara DEA, DESS (Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional Pertama dan Direktur PT Sritex Indonesia, perusahaan yang memproduksi beragam seragam tentara untuk banyak negara di Dunia) memantik diskusi di kegiatan "Ngobrol Bareng Cendikiawan Muda" tadi siang dalam rangka Dies Natalis ke-35 Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.
Kami mengobrol bersama para pimpinan OKP, Ikatan Mahasiswa Provinsi se-Nusantara dan Komunitas Digital yang ada di Jogja, dengan Tema "Kedaulatan Digital, Ketahanan Nasional".

Beberapa hal yang menjadi simpulan bersama dalam ngobrol bareng tadi :
-Kemajuan teknologi semakin memberi warna bagi perjalanan demokrasi di Indonesia, masyarakat semakin partisipatif, interaktif sekaligus menuntut transparansi kerja para elit.
-Publik harus dicerdaskan dengan literasi dan konten digital yang baik. Proyek-proyek kontestasi politik harus dijauhkan dari tujuan yang merusuh dan merobek tenun kebangsaan.
-Di tengah menegangnya politik kawasan, utamanya dampak dari pertarungan ekonomi USA-CHINA. Pemuda ditantang untuk bisa kerja cerdas, kerja panjang dan kerja kreatif. Pengelolaan SDM kaum muda menjadi poin penting agar Indonesia bisa memainkan peran strategisnya ke depan.
-Kaum muda harus ikut bertransformasi, menjadi sesungguhnya Cendikiawan Muda, mengasah kepemimpinan dan gagasan, agar era 'bonus demografi' yang akan segera di alami Indonesia dapat dipastikan melahirkan juga tak sekedar kelas produktif para pekerja, tapi para Pemimpin muda yang siap dengan gagasan baru, kerja baru, dan kemampuan survive yang siap bersaing dengan lajunya disrupsi sebagai konsekuensi dari Revolusi Industri 4.0, dimana perubahan sangat cepat, bahkan mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru.
Semoga manfaat,
#PEJUANG #MUDA #INDONESIA