Alhamdulillah, hari ini berkesempatan menunaikan Sholat Jum'at di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, sebuah masjid besar yang sangat khas dengan "Talawang" (perisai dayak) di bagian depan bangunannya.

Masjid ini diresmikan tahun 2015, saat Pak Dr. Agustin Teras Narang, SH menjadi Gubernur, memimpin Kalimantan Tengah di periode keduanya.

Selepas jum'atan kebetulan kami berkesempatan bersilaturahmi, bertemu beliau secara langsung.

Karna sudah ketemu langsung, beliau pun kami tanya seputar Masjid ini.

Beliau cerita cukup panjang, setidaknya ada dua hal yang saya ingat.

1.Beliau menginisiasi pembangunan masjid ini, karna melihat masjid sebelumnya yang ternyata salah/salah arah kiblatnya. Sehingga beliau merasa perlu untuk terlibat membenarkannya.

2.Saat saya tanya kenapa harus repot-repot mengurusnya? Bukankah pencalonan Bapak periode kedua "juga" dihajar dengan isu agama?....Beliau menjawab, "ya saya memang beda keyakinan, tapi membenarkan masjid itu bukan perihal masalah apakah sesuai dengan keyakinan saya atau tidak, tapi perihal tugas dan kewajiban saya sebagai pemimpin "umaro" yang mengurusi kepentingan rakyat Kalteng. Dalam tugas ini saya tidak boleh membeda-bedakan"

Semakin komplitlah sudah masjid ini menjadi rumah ibadah, yang tidak hanya menjadi medium yang mengantarkan manusia kepada tuhannya "habluminallah", tapi juga menjadi tempat yang mempertemukan antara manusia satu dan lainnya "hablumminannas". Atau yang Abah Gus Mus pernah berkata, "Kesalehan ritual harus juga dibarengi dengan Kesalehan Sosial".

////Darussalam, alam kesejahteraan.///

Semoga masjid ini selalu menjadi simbol dan pengingat bagi kita semua tentang arti penting sebuah kedamaian, dan rasa saling peduli, tanpa takut atau berpikir apa dan siapa agamanya.