Lewat kepiawaiannya, Gus Dur membuat kita tertawa, meniada atas beban dan bertoleran atas perbedaan, serta membuat kita "bertawaf" ke dalam diri untuk melihat hal-hal yang substantif dibanding sibuk meng-intrik dan mati-matian memperjuangkan kepentingan sekelompok elite.

Maka, tak ayal lewat Gus Dur pulalah lahir kata-kata yang menempatkan kemanusiaan dan segala entitas pembelaan terhadapnya sebagai fondasi utama atas bangunan berkehidupan dan bernegara, yang hingga kini banyak dikutip dan dijadikan quote oleh sebagian besar dari kita, karena dianggap masih sangat relevan dengan kondisi bangsa yang akhir-akhir ini sering melenceng dari asas kemanusiaan.

Seperti: "Tuhan tidak perlu dibela. Dia sudah maha segalanya. Belalah mereka yang diperlakukan tidak adil." Atau, "Memaafkan tidak akan mengubah masa lalu, tetapi memberi ruang besar untuk masa depan," serta "Kemajemukan harus bisa diterima, tanpa adanya perbedaan."

Baca lebih lanjut di laman detik.com : klik