Saat melancong ke Maluku Utara, tepatnya ke Desa Maffa di Halmahera Selatan, kami menjumpai banyak sekali masyarakat yang menggunakan keranjang di sepanjang jalan. Keranjang ini difungsikan layaknya sebuah ransel. Saya yang penasaran pun bertanya ke salah satu driver kami, pak Abdul Aziz Abudin atau Ko Aci biasa dipanggil namanya. Beliau menjelaskan bahwa keranjang tersebut bernama Saloi. Dari namanya saja unik bukan ?

Saloi ini menurut Ko Aci, memang sudah sangat lazim digunakan oleh masyarakat di Maluku Utara, khususnya di Halmahera Selatan.

Masyarakat menggunakan Saloi sebagai alat untuk membawa beraneka ragam kebutuhan dan hasil bumi dari kegiatan mereka sehari-hari. Mulai dari hasil kebun atau panen pertanian (yang umumnya buah kelapa, palawija, pala, cengkeh hingga kenari), kayu bakar, baju, ikan atau hasil laut lainnya, dan banyak lagi.

Saloi yang unik ini rata-rata dibuat sendiri oleh masyarakat, dengan menyesuaikan ukurannya pada siapa yang akan menggunakan. Misal Saloi untuk anak-anak biasanya dibuat dengan ukuran yang lebih kecil.

Menurut beberapa referensi, ada dua jenis macam Saloi pada umumnya. Suku Togutil menggunakan Saloi kayu, sedangkan Suku Taboru menggunakan anyaman Saloi rotan. Saloi rotan terbuat dari jalinan rotan sehingga membentuk bentuk kerucut terpancung, yang biasanya Saloi bentuk ini digunakan oleh kaum Wanita atau Ibu-ibu. Saloi dengan anyaman rotan kerap digunakan untuk membawa hasil panen yang ringan seperti rempah - rempah.

Nah, seiring berjalannya waktu bisa saja pengguna Saloi akan semakin berkurang. Mungkin Saloi mulai tergeser dengan model ransel yang semakin fashionable dan semakin nyaman, tapi Saloi sebagai identitas kebudayaan Maluku harus terus kita jaga. Seperti yang telah dilakukan teman-teman kami yang tergabung dalam gerakan "Pemuda Penggerak Desa" (PPD).

Gerakan pemuda yang bisa ditemui ditemui di : www.penggerakdesa.org ini selain mengabdikan diri di Halmahera Selatan sebagai pengajar dan penggerak, juga tak lupa selalu mengenalkan kebudayaan Maluku Utara ke banyak orang. Bahkan baru-baru ini mereka secara khusus menginisiasi sebuah event bernama "Festival Dermaga Halmahera Selatan", di festival ini kita bisa melihat ragam budaya yang menjadi ciri khas kehidupan orang Halmahera, bahkan tak jarang kita bisa berbaur dengan warga sembari menikmati sajian dari Ikan Bakar yang super enak sekali. Apalagi ditemani deburan ombak, semilirnya angin malam, serta hangatnya obrolan masyarakat Halmahera yang senang sekali memancing gelak tawa.