Berbicara tentang Pemimpin maka sama tuanya dengan keberadaan Manusia di Bumi. Permasalahan pemimpin dan kepemimpinan selalu tidak pernah habis dibahas dalam setiap seminar, diskusi, bahkan telah menjadi sebuah mata pelajaran tersendiri dalam berbagai bidang ilmu. Banyak pengertian atau definisi tentang pemimpin yang telah dikeluarkan oleh para ahli, antara lain yaitu yang menyebutkan pemimpin adalah : Seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan atau kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181). Namun secara umum dari sekian banyak pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa memimpin adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi, mengarahkan dan menggerakkan orang atau sekelompok orang dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Secara umum setiap manusia adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya, seperti yang ternukil dalam sebuah Hadist Rasulullah Muhammad SAW yang berbunyi : “Setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya”. Itu berarti pula setiap manusia haruslah mampu mengarahkan segala potensi yang ada pada dirinya untuk mencapai apa yang menjadi tujuan hidup atau cita-cita nya masing-masing.

Kalau Pemimpin merupakan person atau orangnya, maka kepemimpinan dapat diartikan sebagai kolektif ataupun kumpulan dari beberapa orang yang secara bekerjasama, berkoordinasi, dan bersinergi, dalam sebuah organisasi dengan periode waktu tertentu. Misalnya Kepemimpinan Presiden Jokowi maka itu berarti bukan Jokowi sendiri tetapi Jokowi bersama para Menteri, serta staff, dan jajaran pemerintahan semasa tahun tersebut serta Parpol-parpol pendukungnya. Kepemimpinan dalam Era Demokrasi seperti saat ini pun, merupakan kepemimpinan yang terikat dengan aturan-aturan konstitusi yang dibuat berdasarkan kesepakatan kesepakatan politik sebagai sebuah kebijakan yang tertinggi. Sehingga dalam hal ini pengaruh Politik dalam mengarahkan jalannya sebuah kepemimpinan amat sangat terasa auranya.

Pemimpin atau kepemimpinan tidak pernah lepas dari pembahasan karakter Pemimpin dan Konsep Pemimpin yang baik, beragam konsep Pemimpin yang baik seperti dalam konsep Islam terdapat kriteria pemimpin yang baik, antara lain minimal seorang pemimpin harus memiliki 4 karakter atau sifat sebagai berikut :

1.SIDDIQ artinya jujur, benar, berintegritas tinggi dan terjaga dari kesalahan

2.FATHONAH artinya cerdas, memiliki intelektualitas tinggi, Kompetensi yang baik, dan professional

3.AMANAH artinya dapat dipercaya, memiliki legitimasi, dan akuntabel

4.TABLIGH artinya senantiasa menyampaikan risalah kebenaran, tidak pernah menyembunyikan apa yang wajib disampaikan, komunikatif, dan tranaparan,

Selain konsep Islam tersebut hampir semua agama mempunyai kriteria yang hampir sama tentang karakter ataupun sifat Pemimpin, salah satu Founding Father kita yaitu, Ki Hajar Dewantara pun memperkenalkan konsep falsafah jawa tentang kepemimpinan, yaitu : ING NGARSO SUNG TULODO artinya : didepan memberi contoh yang baik/Keteladanan, ING MADYO MANGUN KARSO artinya : ditengah membangun prakarsa dan bekerjasama, TUT WURI HANDAYANI artinya : dibelakang memberi dorongan semangat.

Dari sekian banyak konsep pemimpin atau kepemimpinan maka semuanya bermuara pada karakter ataupun sifat dari pemimpin, yang merupakan hal mutlak yang harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin menjadi pemimpin. Karakter ataupun sifat itu terbentuk melalui proses yang lama dengan praktek kepemimpinan dalam suasana dan masa-masa yang serba sulit, penuh tekanan dan tantangan, serta teruji menghadapi berbagai macam permasalahan. Sebut saja Soekarno, Hatta, Syahrir, Natsir, Tan Malaka, mereka teruji dengan berbagai macam tantangan dan tekanan hingga melahirkan kemerdekaan.

Namun melahirkan Pemimpin atau menciptakan pemimpin tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, banyak pemimpin muda yang pada akhirnya terjerembab ke dalam jeruji besi, pun demikian dimana banyak Ketua organisasi tapi bukanlah pemimpin organisasi, seperti menurut Donald H. Mc Gannon : Kepemimpinan adalah suatu tindakan, bukan suatu posisi. Posisi ketua organisasi belum tentu seorang pemimpin di organisasi tersebut, apalagi organisasi yang bersifat elitis dan tidak merakyat atau membumi, maka posisi ketua dapat diperjualbelikan dimana kemampuan memimpin belum teruji akan tetapi mempunyai modal (uang /dana) dapat langsung menjadi ketua di organisasi yang bersifat elitis ataupun prestise tersebut.

Krisis Kepemimpinan di Indonesia saat ini menjadi tugas sejarah generasi saat ini, karena sejatinya pemimpin Bangsa Indonesia di masa yang akan datang adalah anda semua para pemuda dan Mahasiswa saat ini, seperti kata Franklin D Roosevelt ; Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan. Terlebih banyaknya tantangan yang harus dihadapi oleh Kaum muda saat ini, karena persaingan atau kompetisi bukan hanya pada Bangsa sendiri, akan tetapi bertarung melawan masyarakat global yang tak mengenal sekat-sekat negara (red : MEA), oleh karenanya peningkatan kemampuan, pengetahuan, informasi dan teknologi menjadi penting. Sumber Daya Manusia Indonesia merupakan Kebutuhan yang mendesak, apabila kaum muda Indonesia tidak membekali kemampuan dirinya, maka bukan tidak mungkin dan hampir pasti kita akan menjadi budak di negeri sendiri.

Tambahan :

1. Materi PKW Jatim 2017 : Klik Download

**Tulisan ini dibuat sebagai pengantar materi Kepemimpinan di PKW DPW IMATELKI Jatim 2017.