Tanahmu semakin tandus,

Padi-padi tak mau tumbuh segar dan halus,
Apalagi semenjak kuasa-kuasa elit, pengkapling yang memberangus.

Air-air yang biasanya bebas mengalir,
Kini ekslusif, berbotol-botol, berpipa-pipa, dan baru akan hadir bersamaan uang yang cair.

Aku, kering kerontang dan dahaga.
Seperti terkurung dalam penjara gelap gulita.
Bejana-bejana kalam-mu terpisah bersama keserakahan mereka.

Atau jangan-jangan, terpisah karena keserakahanku.