Bukan bermaksud narsis, namun itulah kenyataannya. Kenyataan bahwa diri kita itu indah patut dipuji, patut disyukuri apapun adanya diri kita.


"Jadilah tubuh bernyawa yang benar-benar membahagiakan penciptanya."

Yang cantik,yang ganteng, yang pinter, yang berprestasi, yang bagus dalam berkarir, bersyukurlah.

Jangan sampe kebablasan dalam membanggakan apa-apa yang ada pada diri kita, tetaplah low profile seperti adanya alam ini yang tidak neko-neko.

Bumi berputar pada porosnya, kita sebagai penghuni di atasnya, sudah selayaknya mengikutinya.

Dengan perputarannya pula, nasib kita ikut berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Jadikan keterpurukan sebagai cambuk untuk mematangkan langkah selanjutnya.

Diriku adalah diriku, bukan dirimu atau dirinya.

Kenapa mesti malu menjadi diri sendiri, sedangkan ketentuan takdir sudah menunjuk telak ke kita bahwasanya inilah diri kita, jalan kita, dan semuanya tergantung di diri kita.

Jembatan kesuksesan maupun jalan terang milik semua insan, tak terkecuali diri kita yang masih banyak kekurangan.

- cogito ergo sum -