"Permulaan Hidup"

Hujan rintik menyapa senja yang mulai gelap. Kaki kalian tetap berjalan menyusuri jalan lorong pertokoan. Beberapa anak terlihat riang di dalam gerai Mc. Donald’s sambil mengunyah burger yang tak muat dimulut mereka. Rasa kenyang sediki terobati dengan pemandangan itu. Bersyukur dan bersyukur. ............................................................................................................

"Sementara disisi lain sang Pemulung Kecil"

Kaki kembali melangkah berlomba dengan malam yang semakin larut. Hujan berganti deras memayungi tubuh kalian yang ringkih sedikit berlari. Sambil tertawa kalian bercanda dengan hujan yang semakin riang. Berkata, berkata kepada hujan …. Terima kasih, tubuh kami bersih sekarang. Tidak ada lagi debu yang sudah bersih berganti basah. Kalian kembali senang dengan rasa syukur. ............................................................................................................

"Anak Jalanan"

Hujan berhenti dan mengucapkan perpisahan karena malu dengan kalian yang selalu bersyukur. Dua anak kecil enam tahunan yang dekil dengan tubuh kusam dan wajah ceria menahan dingin. Yang pulang ke peraduan membawa beberapa recehan hasil mengamen seharian. Pulang dengan gembira bertemu ibu yang menunggu tak berdaya tak bisa bangun. Ke rumah kardus di samping emperan kumuh perumahan mewah yang angkuh tak mau menoleh. ............................................................................................................

"Ibu Ku"

Ibu kami pulang membawa rejeki alam dari Tuhan. Yang diberikan melalui tangan dan jari lentik dari orang-orang dengan seribu wajah. Ibu, jangan menangis lagi, tidak usah bersedih hari ini. Ada yang kami bawa untuk diri ini. Tetap tidur ibu, dikuburanmu yang indah bersama Tuhan.

*Untuk kalian malaikat kecil yang kusam, anak-anak jalanan tanpa orang tua yang tetap ceria.